BerandaBlog
Teknik Plester Dinding Faktor Penting dalam Konstruksi, Apa Itu?

Teknik Plester Dinding Faktor Penting dalam Konstruksi, Apa Itu?

Bagikan
Teknik Plester Dinding Faktor Penting dalam Konstruksi, Apa Itu?
Sep 29, 2022

Dalam proses pembangunan rumah, salah satu tahapan penting yang tidak boleh dilewatkan adalah plester dinding.

Proses ini bertujuan menghasilkan permukaan yang lebih halus, kuat, dan rapi sebelum dilakukan pengecatan atau pelapisan akhir lainnya.

Agar hasilnya maksimal dan tidak mudah retak atau bergelombang, teknik plester dinding perlu dilakukan dengan metode yang tepat dan sesuai standar.

Apa Itu Teknik Plester?

Teknik plester adalah proses melapisi permukaan pasangan bata, hebel, atau lantai dengan campuran semen dan pasir untuk:

  • Meratakan permukaan

  • Mengunci struktur pasangan

  • Menutup pori dan celah

  • Melindungi dari kelembapan

  • Menjadi dasar sebelum acian atau finishing

Ketebalan plester umumnya 1–2 cm, tergantung pengaplikasian serta kebutuhan permukaannya.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa teknik plester yang digunakan saat melakukan perbaikan rumah.

Plester Dinding

Teknik plester tembok dilakukan dengan cara merekatkan adukan semen ke dinding bata.

Plester dinding merupakan proses pengaplikasian campuran semen dan pasir ke permukaan dinding untuk menutup pori-pori serta meratakan bidang agar siap masuk tahap finishing.

Plester ke dinding adalah jenis paling umum, tetapi tekniknya berbeda tergantung material yang digunakan.

Dinding hanya boleh diplester jika:

  • Perekat bata sudah kering

  • Jalur instalasi (listrik, pipa air, ventilasi) sudah dibuat

Jika belum, dinding bisa terpaksa dibongkar ulang setelah diplester. Untuk membuat adukan plester, material yang dibutuhkan umumnya menggunakan semen, pasir, dan air.

Plester Bata Merah

Bata merah memiliki daya serap air sedang dan permukaan lebih kasar, sehingga daya rekat plester relatif baik.

Komposisi Adukan

Perbandingan campuran konvensional umumnya 1 semen : 5-6 pasir. Tambahkan Air secukupnya (tidak terlalu encer) agar adonan bercampur dan lembut

Tahapan Penting

  1. Bersihkan permukaan dari debu dan sisa mortar.

  2. Basahi dinding sebelum diplester.

  3. Pasang kepala plester sebagai patokan ketebalan.

  4. Aplikasikan adukan dan ratakan dengan jidar.

  5. Biarkan mengering alami sebelum acian.

Risiko yang Sering Terjadi

Berdasarkan pengalaman Kanggo di lapangan, ketika plesteran kurang presisi dan detail menyebabkan permukaan bergelombang jika tanpa patokan dan Retak rambut jika adukan terlalu kering.

Plester Bata Ringan (Hebel)

Hebel berukuran lebih besar sehingga konstruksi dinding akan lebih cepat selesai.

Bata ringan memiliki karakter berbeda:

  • Permukaan lebih halus

  • Daya serap air tinggi

  • Lebih rentan retak jika teknik salah

Karakteristik ini yang membuat perlakuannya berbeda. Tips lainnya, Ketika kamu melapisi dinding, buatlah lapisan kasar. Tujuannya agar seluruh bagian dinding menyatu dengan pori-pori hebel.

Jadi, pori-pori yang serapan airnya tinggi tersebut seluruhnya tertutupi semen.

Komposisi Adukan

Kemudian campurkan semen dan pasir dengan perbandingan 1:3 atau 1:4, lalu tambahkan air hingga adukan lembut dan homogen.

Minimal plester dinding dengan ketebalan 2 cm untuk dinding utama sehingga bangunan rumahmu lebih kokoh

Jika menggunakan mortar instan untuk bata ringan, cukup tambahkan air sesuai petunjuk kemasan dan aduk hingga rata. Disarankan tambah bonding agent untuk daya rekat

Baca juga: Cara Menghitung Rincian Biaya Plester dan Biaya Acian Dinding

Hal yang Wajib Dilakukan

  • Basahi hebel sebelum diplester (ini paling sering dilupakan oleh tukang)

  • Jangan terlalu tebal dalam satu kali aplikasi

  • Hindari pengeringan terlalu cepat

  • Gunakan wiremesh di pertemuan kolom beton dan hebel

Jika tidak dilakukan dengan benar, retak biasanya muncul dalam beberapa minggu setelah finishing.

Plester Trasram

Plester trasram adalah plester dengan campuran semen lebih tinggi untuk area yang berisiko lembap atau terkena air.

Biasanya diaplikasikan pada:

  • Bagian bawah dinding (± 30–60 cm dari lantai)

  • Kamar mandi

  • Dapur

  • Area luar rumah

Komposisi Umum

Untuk komposisi campuran plester gunakan perbandingan 1 : 2-3 antara semen dan pasir. Campuran trasram haruslah lebih padat, karena dia berfungsi sebagai penahan air tanah tidak ke atas.

Tanpa trasram, dinding bisa:

  • Cat mengelupas

  • Timbul jamur

Jadi plesteran ini penting diaplikasikan pada pertemuan dinding dan lantai untuk mencegah timbulnya kerusakan pada dinding.

Baca juga: Cara Plester Lantai Supaya Tidak Retak, Simpel dan Mudah

Pastikan Dinding Menggunakan Plester yang Tepat dengan Kanggo

Kalau kamu ingin memastikan dinding atau lantai dipasang dengan teknik plester yang tepat, kamu perlu meminta bantuan tukang profesional.

Kabar baiknya, kini kamu sudah tidak perlu pusing lagi jika membutuhkan bantuan tukang terlatih dan profesional sebab ada Kanggo.

Kanggo adalah aplikasi tukang bangunan online yang siap menjawab aneka kebutuhanmu, mulai dari pemasangan plafon, pengecatan rumah, hingga perbaikan dinding.

Download aplikasi Kanggo dan jadwalkan konsultasi dengan konsultan kami untuk dapatkan solusi dan rekomendasi terbaik untuk rumah kamu

Ada yang ingin ditanyakan?
Konsultasi GRATIS dengan Kanggo Sekarang
Hubungi Kami
Bagikan
Bacaan Asyik Lainnya
Selengkapnya
Baca Berita
Selengkapnya
Butuh Bantuan?
Tanya Kanggo
Punya pertanyaan atau ingin
konsultasi, kami siap membantu
Hubungi Kami